Sunday , 24 February 2019

Tempat Wisata Hits di Tulungagung yang Bikin Hati Ayem

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal sebagai penghasil marmer terbesar di Indonesia. Tulungangung cukup beruntung karena memiliki letak geografis yang berdekatan dengan Samudra Hindia, sehingga kabupaten kecil ini memiliki banyak pantai yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Oke, nggak perlu berlama-lama lagi, Sob. Yuk, langsung aja kita telusuri keindahan alam Tulungagung yang lagi hits banget. Cus…

Miliki Lagunamu Sendiri di Pantai Kedung Tumpang.

Foto dari @rohim1988

Inilah pantai yang sedang marak dibicarakan oleh para netizen. Ya, Pantai Kedung Tumpang namanya. Kecantikan pantai ini bukan terletak pada pasir putihnya yang menawan. Malahan, di pantai ini kamu tidak akan menjumpai pasir sama sekali. Pantai Kedung Tumpang merupakan pantai yang memiliki tebing karang dan beberapa laguna yang berdiameter cukup besar. Air di laguna-laguna tersebut terlihat biru dan jernih, sehingga siapapun yang datang ke pantai ini pasti tak tahan untuk segera berenang di dalamnya.

Kalau kamu pengin liat foto-foto keren dari travelers saat di Kedung Tumpang, kamu bisa ke sini.

Ya, pantai yang terletak di Desa Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, ini memang sangat indah, namun apabila melihat kondisi di sekitar kedung (laguna), kamu pasti melihat bahwa kondisi untuk turun ke laguna tersebut sangat curam dan berbahaya. Jadi, kamu perlu berhati-hati lagi, Sob. Untuk biaya masuknya, kamu cukup membayar biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 2000,00/ motor dan Rp. 5000,00/ mobil.

Kedung Tumpang foto dari @@ekadikaa

Ohya, di lokasi ini kamu juga bisa menikmati keindahan pantai dari ketinggian. Warga sekitar telah membuat sebuah gardu pandang yang bisa kamu manfaatkan untuk berfoto. Gardu pandang ini terbuat dari bilah-bilah mambu yang memiliki bentuk cukup menarik. Dan tentunya, kamu tak perlu membayar lagi untuk berfoto di sini.

1. Mulailah Petualanganmu di Tulungagung dengan Beriwisata Pantai.

Pantai Popoh foto dari @hilmi.kiko

Pantai Popoh terletak di Kecamatan Besuki, tepatnya di Pesisir Samudra Hindia, atau sekitar 30 km di sebelah selatan Kota Tulungagung. Letaknya yang berada di kawasan teluk, membuat ombak di tepi pantai ini cukup bersahabat. Pemandangan alamnya pun sangat eksotis. Kamu bisa melihat tebing-tebing karang yang terjal dan menikmati semilir angin pantai yang sembribit. Tak hanya itu, Sob. Dari ketinggian tebing ini, kamu juga bisa mengamati perahu-perahu nelayan yang hilir-mudik membentuk pemandangan yang indah.

Ya, selain bisa bersantai atau bermain air, kamu pun bisa menyewa perahu nelayan untuk berkeliling di sekitar kawasan teluk. Biaya yang dibutuhkan sekitar 100 – 200 ribu/ perahu. Besar kecilnya harga sewa ditentukan dari caramu menawar. Jadi, belajarlah menawar sedini mungkin sebelum sampai ke pantai ini, ya.

Oke, untuk biaya masuknya pun terbilang murah. Kamu cukup membayar biaya retribusi sebesar Rp. 5000,00/ orang. Untuk biaya parkirnya sebesar Rp. 2000,00/ roda dua dan Rp. 5000,00 – Rp. 10.000,00/ roda  empat atau lebih.

Melihat Perahu-Perahu Nelayan dari Puncak Bukit Pantai Teluk Brumbun.

Teluk Brumbun foto dari @sangpemburusenja

Pantai Brumbun merupakan sebuah pantai berpasir hitam yang terletak di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung. Sepintas, pantai ini memang biasa saja dan tidak terlalu istimewa. Namun, bukan berarti pantai ini tak menarik untuk dikunjungi. Area yang ada di Pantai Brumbun ini cukup luas dan merupakan tempat yang asyik untuk bermain. Ombak di pantai ini pun cukup kalem, sehingga kamu bisa bermain di sana dengan lebih leluasa.

Dari pusat Kota Tulungagung, pantai ini berjarak sekitar 23 km dan harus melewati medan yang cukup sulit. Untuk masuk ke lokasi ini, kamu hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp. 2000,00 untuk kendaraan roda dua, dan Rp. 5000,00 untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Mumpung Masih di Pantai Sanggar, Jangan Lupa Juga Buat Mampir di Pantai Kali Pucung Ini.

Kali Pucung foto dari @fikrizakimohtar

Pantai Kali Pucung Terletak di Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Keadaan pantai ini pun masih cukup sepi dan belum begitu banyak didatangi pengunjung. Nah, untuk menuju ke sini, kamu hanya perlu menitipkan kendaraanmu di Pantai Sanggar. Kemudian kamu diharuskan berjalan kaki menuju Pantai Pathok Gebang.

Pantai Pathok Gebang foto dari @ariputuamijaya

Jalur menuju Pantai Pathok Gebang ini lumayan berat, Sob. Karena kamu diharuskan melewati jalan setapak berupa tebing-tebing yang cukup terjal. Setelah sampai di Pantai Pathok Gebang, kamu masih harus melanjutkan perjalanan menuju Ujung Pakis dan barulah sampai di Kali Pucung. Perjalanan treking yang harus kamu lalui tersebut sekitar 1,5 jam dari parkiran Pantai Sanggar. Untuk tiket masuknya pun cukup bersahabat. Kamu cukup membayar seikhlasnya dan diwajibkan menjaga kelestarian lingkungan pantai ini. Oke, Sob?

Bosen dengan Suasana Pantai? Yuk, Kita Pindah ke Daerah Sidem dan Menikmati Pesona Sungai Niyama.

Sungai Niyama, Sidem, Tulungagung foto dari @exploretulungagung

Sebenarnya, sungai yang akan kita kunjungi kali ini bukanlah sebuah tempat wisata, Ya, Sungai Niyama ini merupakan sungai biasa yang terletak di Kota Tulungagung, tepatnya berada di Dusun Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Niyama sendiri berasal dari bahasa jepang yang mana Ni berarti dua, dan Yama berarti gunung. Kalau digabung berarti dua gunung. Masalah kembar atau enggaknya, silakan kamu lihat sendiri, deh, Hehehe. Oke lanjut lagi. Di lokasi ini juga terdapat sebuah terowongan yang cukup melegenda bagi warga sekitar, karena memang terowongan ini sudah dibangun sejak jaman penjajahan Jepang.

Nah, kalau kamu pengin ngetrip ke lokasi ini, rute adalah sebagai berikut. Yap, dari pusat Kota Tulungagung, ikuti saja petunjuk menuju ke Pantai Popoh. Setelah memasuki kawasan Pantai Popoh, lanjutkanlah perjalananmu menuju Pantai Sidem. Setelah melewati pintu masuk Pantai Sidem, ada jalan menurun, dan beloklah ke kanan. Terus saja sampai menemukan rumah yang ada gubuknya. Kendaraanmu bisa di parkir di tempat tersebut dan kamu masih harus melanjutkan perjalananan dengan melewati jalur setapak yang tidak terlalu jauh. Nah, kalau kamu bingung, jangan malu untuk bertanya kepada warga sekitar, ya.

Sungai Niyama via www.maringetrip.com

Kami sarankan agar kamu datang ke lokasi ini pada musim kemarau saja. Sebab, kalau musim hujan, volume air di sungai ini akan meningkat dan sangat berbahaya. Kamu juga harus berhati-hati karena kedalaman sungai ini bisa mencapai 2 – 3 meter. Ohya, keadaan sungai ini juga tidak selalu bagus seperti foto di atas lho, ya. Kadang airnya juga keruh dan tampak kecoklatan. Yap, semoga kamu beruntung bisa melihat sungai dalam keadaan prima 🙂

Menenangkan Diri di Kesunyian Pantai Sanggar.

Pantai Sanggar foto dari @buayabuas

Pantai Sanggar terletak di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Belum banyak wisatawan yang mengetahui pantai ini—kalaupun tahu, biasanya mereka malas untuk ke sini karena lokasinya cukup sulit untuk diakses. Nah, kalau kamu mau memanfaatkan kesempatan emas ini, kamu bisa merasakan suasana yang benar-benar sepi dan menenangkan. Lokasi pantai ini sangat cocok buat kamu yang gemar menjelajah.

Ya, pertama kali sampai di pantai ini, kamu akan disuguhi hamparan pasir putih yang bisa membuatmu nyaman berlama-lama di sini. Selain itu, ombak di Pantai Sanggar ini cukup tenang, sehingga kamu pun bisa bersantai dan berbasah-basahan di sini. Untuk biaya masuknya, kamu hanya diwajibkan membayar seharga Rp. 5000,00 dan biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 2000,00.

Alas Kadung: Lokasi Paling Pas Buat Ngadem di Tulungagung.

Alas Kandung foto dari @febrianto_wp

Air Terjun Alas Kandung  terletak di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Obyek wisata ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Tulungagung, karena bisa kamu tempuh dengan estimasi waktu sekiranya 1 jam perjalanan. Tapi, untuk sampai ke lokasi ini memang aksesnya cukup sulit karena banyaknya jalannya yang berkelok-kelok. Apalagi kalau kamu belum mengenal bagaimana situasi Kota Tulungagung. Nah, maka dari itu, kamu harus mengandalkan GPS manual, Sob. Alias bertanya pada warga setempat.

Yap, Air Terjun Alas Kandung ini memiliki 3 tingkatan ketinggian yang bervariasi. Paling tinggi di puncak air terjun memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Airnya yang terlihat kebiru-biruan akan menggodamu untuk berenang di lokasi ini. Namun, perlu diketahui, kedalaman Air Terjun Alas Kandung ini lumayan dalam, yakni sekitar 4 – 8 meter, sehingga bagi yang tidak ahli renang, atau tidak membawa perlengkapan berenang, sebaiknya kamu menahan diri untuk berendam di sini. Ya, walaupun tidak berenang, kamu masih bisa melakukan aktifitas lain, kok. Seperti berfoto-foto, misalnya. Gimana? Kapan mau berkunjung ke sini?

Tidak Lengkap Rasanya Kalau Kamu Belum Berkunjung ke Waduk Wonorejo.

Waduk Wonorejo foto dari @fahrultr14

Bendungan atau waduk yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar kota Tulungagung. Di lokasi ini kamu bisa menikmati beragam fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Misalnya saja penginapan, area jogging, restoran, taman rekreasi keluarga, dan kenyamanan jalur transportasi menuju lokasi yang sangat layak untuk dilalui berbagai jenis kendaraan.

Nah, kalau kamu ingin berkunjung ke kawasan Waduk Wonorejo ini, kamu diharuskan membayar retribusi seharga Rp 7.000,00/ orang (untuk hari biasa). Sedangkan untuk hari libur sebesar Rp. 10.000,00/ orang. Selepas melewati pintu masuk, kamu hanya harus menempuh perjalanan sekitar satu kilometer untuk mencapai lokasi ini. So, tunggu apa lagi, Sob?

Gunung Budeg yang Ada Monyetnya.

Gunung Budeg foto dari @m.hoodie

Gunung Budheg atau biasa dikenal dengan nama Gunung Cikrak ini adalah salah satu gunung yang mempunyai ketinggian sekitar 585 mdpl. Letaknya berada di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Gunung Budeg ini bisa menjadi lokasi atau tempat untuk latihan bagi para pendaki pemula untuk melakukan pemanasan. Jalur yang harus kamu lalui untuk sampai ke puncak berupa jalanan yang menanjak melewati semak berduri dan diselingi dengan merayap di pinggiran tebing yang cukup curam. Namun, perjalanan yang cukup melelahkan itu akan terbayarkan dengan pemandangan indah yang bisa kamu dapatkan dari puncak Gunung Budeg ini.

Ohya, kami sarankan agar kalian bangun lebih pagi untuk bisa menikmati sunrise di puncak bukit ini. Tapi, jika kamu ingin menginap, kamu pun bisa membawa peralatan camping sendiri dan kamu juga bisa menikmati pemandangan kerlap kerlip lampu pada malam hari. Keren banget, kan, Sob? Pastinya, dong,sekian dan terima kasih.