Sunday , 24 February 2019

Tempat Buka Puasa di Jogja yang Enak Murah Dan Hemat

Tempat Buka Puasa di Jogja yang Enak Murah Dan Hemat – Bagi sebagian besar umat muslim di Indonesia, ngabuburit dan berbuka puasa bersama adalah beberapa aktifitas yang juga paling dinantikan dalam memeriahkan bulan suci. Momen berbuka puasa bersama atau bukber sudah melekat menjadi tradisi yang mempererat silaturahmi dengan keluarga. Disamping itu, berbuka bersama juga sekaligus menjadi ajang reuni dengan kerabat dan teman lama. Ngabuburit sampai waktu berbuka bersama yang diisi dengan bercengkrama dengan keluarga atau kerabat tentu mengasyikan.

Selain rumah yang menjadi tempat berbuka, sesekali menunggu bedug maghrib dan bersantap diluar juga seru. Nah di kota pelajar Yogyakarta, makan enak tidak harus mahal sesuai dengan kantong mahasiswa. Tapi bukan hanya bagi pelajar dan mahasiswa saja, tempat buka puasa di Jogja rekomendasi Lamudi berikut ini yang enak, murah, dan hemat juga patut Anda coba!

Warung Tombo Ngelak – Ruko Klebengan

Bukan hanya Jakarta dan Bandung yang paling inovatif dengan bisnis kulinernya, kota Jogja juga tak mau ketinggalan. Sebagai kota pelajar, sudah pasti kreasi kuliner terus mengikuti segmen pasar pelajar dan mahasiswa. Selain rasa yang unik, tampilan makanan dan minuman yang instagramable atau cantik untuk di post di sosial media juga menjadi magnet. Apalagi ditambah dengan dekorasi ala anak muda dengan pop art, tentu menjadi salah satu daya tarik. Lihat saja Warung Tombo Ngelak di Komplek Ruko Klebengan.

Dari namanya, tombo ngelak dalam bahasa Indonesia berarti obat haus sesuai dengan menu yang disuguhkan. Varian minuman dan dessert manis sebagai variasi susu dan ice cream ditata cantik sehingga tak sabar rasanya untuk di unggah ke media sosial. Sederet menu ala Taiwanesse, bubble milk tea, milkshake in jar, hingga es krim dengan cone warna-warni, dan yang menyegarkan ditambah hidangan pasta dan sandwich tentu cukup untuk berbuka bersama dan melepas dahaga. Budget harga yang ditawarkan juga ramah di kantong, berkisar 13-23 ribu Rupiah saja. Kedai yang menjual dessert kekinian ini ternyata milik Adam, salah satu personil band kebanggaan Jogja, Sheila on 7. Pasti segar mengunjungi Tombo Ngelak untuk menghilangkan dahaga selepas puasa. Apalagi bagi penggemar berat Sheila on 7 yang beruntung jika kebetulan bertemu sang owner ketika sedang mampir.

Gudeg Sagan

Siapa yang tidak tahu menu buka puasa yang sekaligus makanan khas Jogja satu ini, Gudeg! Rasanya yang manis gurih tentu cocok untuk berbuka. Nah, kalau biasanya menikmati lauk gudeg dengan nasi, coba juga cara lain bersantap gudeg dengan bubur. Maski sama-sama terbuat dari beras, tetap saja menghadirkan cita rasa yang berbeda karena kuah kari dan gudegnya tercampur sempurna dengan kekentalan buburnya. Bayangkan, nasi atau bubur gudeg lengkap dengan krecek dan telur bebek bisa dinikmati dengan mengeluarkan Rp.9,500 saja, sedangkan satu porsi dengan potongan dada ayam kampung hanya Rp. 25,000. Untuk para vegetarian juga tak usah khawatir karena disini juga tersedia gudeg vegetarian. Nggak percaya? Buktikan langsung di Gudeg Sagan di Jl. Prof. DR. Herman Yohannes 53, Sagan yang buka pada pukul 18.00-24.00.

Baca Juga:  Restoran di Yogyakarta yang Cocok untuk Buka Puasa dan Tempat Nongkrong

Miyada, Depok Sleman

Ingin berbuka dengan yang pedas? Meskipun identik dengan makanan manis, di Jogja bukan tidak ada kuliner yang nyelekit di lidah. Banyak juga kok sajian pedas yang di tawarkan oleh restoran dan kedai seperti Miyada yang memiliki beberapa cabang seperti salah satunya di Jl. Gambiran, Depok, Sleman. Kedai ini menawarkan menu buka puasa di Jogja berupa mie dengan pedas berlevel-level sesuai selera. Selain itu, inovasi mie hijau, pink, coklat, naga, dan mie wortel pangsit unik dan lezat ini aman untuk dikonsumsi karena berasal dari campuran ekstrak buah dan sayur. Untuk masalah harga jangan khawatir, karena setiap porsinya hanya dibanderol berkisar Rp. 8000-Rp.12.000 saja. Murah banget, kan?

Kampung Arab

Dalam suasana ramadhan, memilih berbuka dengan kuliner ala Timur Tengah pasti cocok. Coba segera ke Kampung Arab yang menawarkan hidangan berkonsep Mediterania. Buka bersama kerabat dan keluarga pun tak melulu mengeluarkan biaya besar karena hidangan disini disajikan dengan porsi besar dan harga murah, sangat cocok untuk dijadikan spot tempat buka puasa di Jogja. Misalnya saja nasi kebuli yang bisa disantap oleh 4 hingga 5 orang sesuai dengan tradisi makan bersama di Arab. Apalagi di lantai satu bersantap bersama sambil lesehan ala Timur Tengah sangat sesuai dengan konsep yang diambil. Restoran dengan interior ala Timur Tengah ini juga menyuguhkan kambing bakar madu dan menu berbahan dasar kambing lainnya, serta camilan seperti Sazuka juga cukup banyak peminatnya. Harga makanan dibanderol Rp.10,000-Rp.27,000, sedangkan minuman Rp.5,000-Rp.13,000.

Baca Juga:  Restoran di Yogyakarta yang Cocok untuk Buka Puasa dan Tempat Nongkrong

Chinese Food Annisa, Jl. Moses Gatotkaca

Siapa yang tidak suka chinese food? Makanan oriental ini begitu populer di seluruh belahan dunia tak terkecuali Indonesia. Terkadang di tengah mayoritas masyarakat muslim, ada kekhawatiran bahan dasar masakan yang digunakan non-halal. Tapi tenang, di kedai sederhana ini, bahan-bahan dijamin halal sehingga Anda tak perlu khawatir menikmati fu yung hai, cap cay, dan menu lainnya. Berada disekitaran kampus di Jalan Moses Gatotkaca, segmen pasar kuliner satu ini banyak menjaring pelajar dan mahasiswa sehingga range harganya disesuaikan dengan kantong mahasiswa yaitu berkisar antara Rp. 9.000-Rp.25.000.

Chickenpedia, Perumnas Condong Sari

Anda bisa kenyang dengan seporsi ayam spesial lada hitam yang harganya cuma ceban. Atau pilihan ayam geprek yang gurihnya meresap hingga ke kremesan juga. Untuk varian minuman ditawarkan Rp.500-Rp.3,500, sedangkan makanan Rp.2,000-Rp.9,000. Meskipun makan hemat, rasanya sungguh kaya. Bisa dibilang rasanya anti mainstream karena diolah dengan bermacam gaya dari mulai geprek kangkung hingga geprek sambal kecap. Penasaran? Yuk buka puasa murah meriah di Jogja ke Chickenpedia di Perumnas Condong Sari C1.

Entok Slenget Kang Tenir

Entok yang mirip-mirip dengan bebek menjadi salah satu hidangan khas lainnya yang patut Anda coba. Kuliner ini  jarang ada di daerah lain, sehingga menyantap hidangan berbahan dasar entok ini terasa begitu spesial. Meskipun dimasak tanpa santan, baik entok slenget dan tengkleng balungan entok sama-sama gurih. Sesuai selera, Anda bisa memilih antara entok slenget yang mirip tongseng dengan daging entok yang dipotong kecil-kecil atau balungan tulang entok bagi Anda pecinta tulang. Dibuka mulai pukul 4 sore, nampaknya waktu yang tepat untuk antri sembari menunggu waktu berbuka. Dengan mengeluarkan kocek 15 ribuan Rupiah, kabar bahagia bagi Anda karena khusus nasi bisa diambil sekenyangnya!

The House of Raminten

Nuansa tradisional khas Jogja, The House of Raminten adalah restoran yang menyajikan kuliner ala Jogja. Hal tersebut didukung dengan dekorasi tradisional Jawa dibagian dalam sampai kepada pajangan dan furniture. Suasana kental Jawa semakin terasa dengan wangi-wangian dupa dan alunan gamelan Jawa ketika masuk kedalamnya. Ditambah lagi dengan beberapa papan peringatan dan pajangan nyeleneh yang justru menjadi ciri khas dari sang empunya, Hamzah Sulaeman, yang juga pemilik toko oleh-oleh Mirota. Menu yang di tawarkan pun tak kalah ajaib, seperti diantaranya wedhang gajah ndekhem yaitu segelas teh dengan apel bulat didalamnya dan ayam kotheka yaitu ayam suir telur disajikan di atas bambu silinder panjang. Tetapi jika Anda mengira bahwa harga kuliner disini dibanderol selangit, nyatanya Anda salah karena nasi kucing ditawarkan Rp 1000-5000 dan menu termahal adalah hot stone steak seharga 27 ribuan. Buka puasa terjangkau di restoran dengan suasana unik ini pun memberikan sensasi wisata kuliner tesendiri.

Baca Juga:  Restoran di Yogyakarta yang Cocok untuk Buka Puasa dan Tempat Nongkrong

Sate Klathak Pak Bari

Sate kambing yang satu ini selalu ramai dari mulai dibuka setiap pukul 18.30 malam. Yang membuat berbeda adalah tusukan yang digunakan yaitu dengan menggunakan besi jari-jari sepeda, bukan dengan tusukan kayu yang biasa. Nah, konon besi inilah yang membuat daging jadi lebih empuk dan matang sempurna. Jika Anda lebih suka yang berkuah, tongseng, tengkleng, dan gulai jeroan juga menggoda untuk dicicipi. Untuk minuman, warung ini menyajikanya dengan gula batu sebagai pemanis. Usut punya usut, scene Rangga dan Cinta makan sate di film AADC 2 diambil di warung ini sehingga warung sate ini kian ramai dan dagangan ludes sebelum tengah malam. Membayar Rp. 20.000 saja, Anda bisa menikmati seporsi sate klathak yang terdiri dari nasi, sate 2 tusuk, dan minuman. Penasaran? Segera merapat ke Sate Klathak Pak Bari di Pasar Jejeran, Wonokromo.

Bakmi Kadin

Tak ketinggalan, mie juga diolah menjadi salah satu kuliner khas Jogja. Dengan bumbu dan cara memasak yang spesial, mie ini berbeda dengan yang lainnya. Bakmi Jawa dimasak dengan menggunakan tungku dan arang sehingga memberikan aroma dan rasa maknyus. Beberapa menu seperti bakmi godog dan bakmi goreng dengan isian yang bisa dipilih diantaranya ati ampela, sayap, dan kepala ayam menjadi favorit dari warga lokal hingga wisatawan. Bukan hanya itu, bakmi di Jalan Bintaran Kulon no 3 dan 6 yang buka pukul 10 pagi hingga 12 malam ini juga legendaris karena dahulu merupakan salah satu tempat makan favorit mantan Presiden Soeharto. Buka puasa di Jogja dengan bakmi godhog dengan kuah hangat dan gurih dari kaldu ayam kampung di Bakmi Kadin pun sungguh menggugah selera.