Saturday , 15 December 2018

Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tua Jejak Penyebaran Islam di Banjar

Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah – Sudah sepatutnya kota Banjarmasin berpuas dan berbangga diri, sebab di kota ini memiliki banyak sekali wisata religi yang kental dengan unsur sejarah yang hingga saat ini ketenarannya masih tak tertandingi hingga keberbagai wilayah. Salah satu situs religi yang wajib dikunjungi saat plesiran di kota Banjarmasin adalah Masjid Sultan Suriansyah.

Masjid yang dibangun pada tahun 1526 hingga 1550 ini dibangun pada saat masa pemerintahan Sultan Suriansyah yang merupakan raja pertama di Kerajaan Banjar pemeluk agama Islam. Selain itu, masjid ini juga diklaim sebagai salah satu masjid tertua di kota Banjarmasin yang hingga kini sejarahnya tak tergerus oleh jaman, hal ini terbukti dari antusiasme wisatawan yang kerap memenuhi masjid yang sudah berusia 5 abad lebih ini setiap hari, terlebih saat masa liburan atau akhir pekan tiba.

Sejarah Singkat Masjid Sultan Suriansyah

Masjid yang juga dijuluki sebagai Masjid Kuin ini terletak di Tepi Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tepatnya berada di kawasan Banjar lama yang konon dulunya kawasan ini merupakan situs ibu kota kesultanan Kerajaan Banjar pertama kali. Sekitar 200 meter dari Masjid Sultan Suriansyah Anda juga akan menemukan makam Sultan Suriansyah yang sengaja dimakamkan di istana tempat Sultan Suriansyah menghabiskan waktunya memimpin Kerajaan Banjar.

Masjid-Sultan-Suriansyah

Salah satu daya tarik yang mampu menjadi magnet para wisatawan adalah bentuk bangunannya yang unik yaitu perpaduan antara Kerajaan Banjar dengan Kerajaan Demak. Hal ini terbukti dari bentuk banguannya yang didominasi oleh kayu besi atau kayu ulin sebagai bahan dasarnya. Masjid Sultan Suriansyah ini semakin terasa suci dengan adanya kontruksi rumah yang dibangun layaknya panggung lengkap dengan atapnya yang berbentuk tumpang serta adanya mustaka pada bagian atapnya semakin menambah keindahan desain arsitektur.

Baca Juga:  Pantai Turki Banjarmasin, Pantai Eksotis Yang Sangat Memikat

gerbang-utama-masjid-suriansyah

Tak hanya pada bagian luarnya saja, jika Anda berjalan-jalan dan menyelusuri pada bagian dalam mata Anda pastilah akan tertuju pada bentuk mihrab yang juga dilengkapi dengan tumpang tersendiri yang terpisah dari tumpang utama. Bentuk atap Masjid Sultan Suriansyah ini memang sengaja dibentuk seperti tumpang atau bertingkat, hal ini melambangkan vertikalitas dan orientasi kekuasaan yang selalu menuju keatas. Desain pembangunan atap masjid yang dibuat bertingkat ini justru akan menambah nilai suci atau keramat pada Masjid Sultan Suriansyah dan atmosfer sejarahnyapun juga ikut semakin bergejolak.

Sebelum memutuskan untuk menyambangi Masjid Sultan Suriansyah ini perlulah Anda mengetahui asal muasal penyematan nama Sultan Suriansyah pada masjid ini. Pemberian nama pada masjid tentunya juga tak lepas dari sederet cerita sejarah yang mengiringinya. Pada mulanya nama asli Sultan Suriansyah adalah Pangeran Samudera yang merupakan cucu dari raja Kerajaan Negara Daha yaitu Maharaja Sukamara. Pangeran Samudera merupakan anak dari putri sulungnya yang bernama Putri Galuh hasil pernikahannya dengan Menteri Jaya. Sebelum Maharaja Sukamara meninggal, beliau sempat berpesan bahwa Pangeran Samudralah yang berhak mewarisi tahta yang akan melanjutkan kepemimpinan Kerajaan Negara Daha untuk menggantikan dirinya.

Namun, kedua putra kandung Maharaja Sukamara, yaitu Pangeran Tumenggung dan Pengeran Bagalung tak sejutu dengan keputusan tersebut, sebab menurut silsilah putra kandungnyalah yang berhak mewarisi tahta dan memimpin Kerajaan Negara Daha selanjutnya. Akibat kejadian ini keadaan Kerajaan Negara Daha bergejolak dan semakin memanas, sehingga mengancam keselamatan nyawa Sultan Suriansyah. Oleh sebab itu atas usul dari seorang punggawa yang bernama Arya Trenggana, Pangeran Samudera diminta untuk meninggalkan Kerajaan Negara Daha. Merasa keselatamannya terancam Pangeran Samuderapun menyetujuinya dan memutuskan untuk meninggalkan orang tuanya serta Kerajaan Negara Daha untuk meredakan amarah kedua pamannya tersebut.

Baca Juga:  Bukit Rimpi, Padang Sabana Tercantik asal Pelaihari Kalimantan Selatan

Nah, dari situlah Sultan Suriansyah memulai pelariannya dan menyamar menjadi seorang nelayan. Singkat cerita dalam pelariannya ia bertemu dengan seorang Patih Masih yang berasal dari Perkampungan Kuin, lantas ia pun diangkat menjadi raja di Kerajaaan Banjar dan melepaskan diri dari Kerajaan Negara Daha. Berkat kepiawaiannya memimpin kerajaan namanya pun semakin tersohor hingga seantero wilayah dan dengan kegigihannya ia mampu memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Muara Barito.

Ketenaran dari Sultan Suriansyahpun terdengar oleh Pangeran Tumenggung yang juga paman dari Pangeran Samudera. Tak terima ponakananya menjadi raja, maka ia memutuskan untuk mengarahkan seluruh pasukkanya untuk menyerang Kerajaan Banjar. Karena kekuatan pasukan Pangeran Tumenggung terlalu kuat, maka Sultan Suriansyahpun mengalami kegagalan dan memutuskan untuk meminta bantuan kepada Kerajaan Demak dengan satu persyaratan yaitu jika peperangan ini dimenangkan oleh Sultan Suriansyah maka ia beserta rakyatnya harus memeluk agama islam.

Pangeran Samudera pun menyetujui persyaratan tersebut. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, beliau mampu memenangkan peperangan antar saudara tersebut lantas menepati janji kepada Kerajaan Demak untuk memeluk agama islam dan mengganti namanya menjad Sultan Suriansyah. Berkat peperangan tersebut, membuat Pangeran Samudera menjadi orang yang pertama kali memeluk agama Islam di Kerajaan Banjar dan membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Sultan Suriansyah yang hingga kini bangunan yang di dominasi oleh kayu ulin ini masih berdiri kokoh dengan megahnya.

makam pangeran suriansyah

Nah, bagi Anda yang gemar melakukan perjalanan wisata religi atau menyukai cerita sejarah, sepertinya Masjid Sultan Suriansyah ini cocok dimasukkan ke daftar liburanmu. Selain disuguhkan dengan indahnya bangunan Masjid Sultan Suriansyah dengan mihrab yang memiliki tumpang terpisah dengan induknya berhiaskan lengkungan dengan kaligrafi yang menghiasinya membuat suguhan sempurna ini sayang untuk dilewatkan begitu saja. Desain ini dipercantik pula dengan adanya undak-undak yang berjumlah 9 buah tepat berada dibawah tempat duduk mimpar tersebut terhiaskan beberapa motif yang sangat indah seperti motif sulur, kelopak bungga dan arabes.

Baca Juga:  Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid Kubah Emas Terbesar di Banjarmasin

Keberadaan Masjid Sultan Suriansyah ini adalah salah satu bukti untuk memperlihatkan ciri khas budaya Melayu yang dipadukan dengan budaya Arab yang ternyata menghasilkan aktualisasi yang menakjubkan. Keperpaduan budaya yang seperti inilah tentunya yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk kesana. Tak hanya wisatawan muslim saja, tapi wisatawan dari berbagai agama pun juga penasaran dengan masjid satu ini. Oleh sebab itu, tak ada salahnya apabila saat akhir bulan nanti kita agendakan liburan kesana. Bagi Anda yang masih bingung jalan kesana silahkan ikuti koordinat gmaps disini agar tidak tersesat dan bisa cepat sampai tujuannya.

Nah, itulah ulasan mengenai Masjid Sultan Suriansyah yang bisa Anda kunjungi untuk menghabiskan masa liburan sekaligus menambah ilmu pengetahuan mengenai sejarah. Tak lengkap rasanya jikalau Anda plesiran di kota Seribu Sungai ini tanpa menyambangi Masjid Sultan Suriansyah yang masih terjaga dengan baik dan kental dengan sejarah ini. Jangan lupa ajak sanak saudara, rombongan, dan keluarga tercinta agar liburanmu nanti semakin lengkap rasanya. Sekian ulasan mengenai wisata Banjarmasin kali ini dan semoga menambah wawasan Anda.