Sunday , 24 February 2019

Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid Kubah Emas Terbesar di Banjarmasin

masjid sabilal muhtadin

Masjid Raya Sabilal Muhtadin, sebuah tempat ibadah terbesar di kota Banjarmasin yang di bangun dalam kurun waktu selama kurang lebih 5 tahun lamanya, tepatnya pada tanggal 10 November 1974 hingga oktober 1979. Masjid Agung yang terletak di sebelah tepi barat Sungai Martapura ini diambil dari nama seorang ulama besar yaitu Sabilal Muhtadin yang mempertahankan dan mengembangkan agama Islam di dalam kerajaan Banjar atau Kalimantan Selatan pada masa itu.

Pemberian nama pada Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada ulama besar Alm. Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang lebih populer dengan nama Sabilal Muhtadin dalam upaya mengembangkan dan menyebarkan agama Islam di kerajaan Banjar hingga saat ini.

Sabilal Muhtadin sendiri  merupakan salah satu ulama besar yang paling disegani dan dihormati seluruh masyarakat nusantara hingga melewati batas negeri seperti Malaka, Filiphina, Bombay, Mekkah dan beberapa negara besar lainnya pada masa itu. Salah satu daya tarik wisatawan untuk memasukkan Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini ke dalam list liburannya di Kalimantan Selatan adalah desain interiornya yang unik lengkap dengan kubah didominasi dengan warna emas serta didukung pula dengan lokasinya yang berada di kawasan stategis yaitu di jantung kota Banjarmasin tak jauh dari kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Tak heran kalau Masjid Raya Sabilal Muhtadin setiap harinya selalu disesaki banyak pengunjung untuk sekedar menyambangi maupun beribadah.

Baca Juga:  14 Ide Kunjungan Tempat Wisata Menarik di Banjarmasin

Keunikan Masjid Raya Sabilah Muhtadin

Masjid yang memiliki luas mencapai 100.000 meter persegi ini dulunya adalah komplek Asrama Tentara Tatas dimana pada saat masa kolonial belanda lebih populer dengan julukan Fort Tatas atau Benteng Tatas. Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini terdiri dari dua ruangan yaitu ruang utama dan ruang menara, dimana di ruang utama tersebut memiliki luas mencapai 5250 meter persegi yang terdiri dari tempat ibadah dan beberapa ruang lainnya pada bagian dalam. Sedangkan di ruang menara ini dilengkapi dengan 5 menara yang berdiri tegap dan kokoh terdiri dari 1 menara besar dengan ketinggian 45 meter dan 4 menara kecil yang masing-masing memiliki ketinggian 21 meter.

Keindahan Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Keindahan Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Nah salah satu keunikan dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini adalah desain eksterior lengkap dengan kubah emas besarnya yang terbuat dari alumunium sheet kalcolour yang tampak megah dan kokoh dengan adanya susunan kerangka baja yang menopang kubah emas dengan garis tengah mencapai 38 meter. Tak kalah dengan tampilan luarnya, ternyata tampilan dalam dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini juga sangat megah. Dengan hiasan sama layaknya masjid pada umunnya yaitu dilengkapi dengan hiasan kaligrafi ayat-ayat suci alquran serta 99 As-maul Husna yang terbuat dari bahan tembaga yang dihitamkan.

Baca Juga:  25 Tempat Hunting Terbaik di Banjarbaru yang Harus Anda Kunjungi

Dalam memilih tulisan kaligrafi memang tak boleh sembarangan, sebab setiap seni kaligrafi yang dimunculkan haruslah menyiratkan makna dari ayat-ayat suci Al-Quran, oleh karena itu diperlukan kecermatan dan ketelitan yang sempurna demi menciptakan karya seni kaligrafi yang sedemikian rupa. Pemilihan bahan tembagapun juga dipilih sebagai bahan dasar membuat pintu, krawang hingga railing yang didesain sedemikian rupa dengan memasukkan unsur ragam hias Kalimantan selatan sebagai ciri khas. Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini tak hanya kental dengan nuansa islami saja namun juga dipadukan dengan unsur daerah yang sangat kental sekali di beberapa bagian sudut masjid.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin tak hanya menyuguhkan megahnya bangunan masjid yang berlapiskan marmer saja, namun juga dilengkapi dengan taman kota yang hijau dan luas serta terdapat kantor MUI Kalimantan Selatan yang hingga kini masih digunakan untuk bertugas. Tak heran jiakalau predikat masjid terbesar disematkan pada Masjid Raya Sabilal Muhtadin, mengingat masjid yang terdiri dari dua lantai ini mampu menampung 15.000 jama’ah yang terbagi atas dua ruangan yaitu ruangan atas 7.500 jamaah dan ruangan bawah 7.500 jamaah

Dua Tower Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Dua Tower Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Hingga saat ini Masjid Raya Sabilal Muhtadin masih sering digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegitan agama lainnya seperti pengajian, sholat idul fitri, sholat idul adha, peringatan Isra Mi’raj, peringatan Maulud Nabi dan peringaran Khataman Al-qur’an pun hingga saat ini masih terlaksana dengan baik. Bahkan hampir setiap hari di masjid ini sering digelar pengajian dengan penceramah ulama besar seperti KH. Ahmad Bakeri serta Guru Juhdi.

Baca Juga:  Masjid Jami Banjarmasin, Masjid Unik yang Kaya Akan Nilai Sejarahnya

Meskipun Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini sudah dibuka sebagai tempat wisata, namun pengelola tak mematok tarif khusus untuk menikmati indahnya desain bangunan tersebut. Kita dibebaskan untuk menyambangi serta mengikuti sholat berjamaah disini, tetapi hanya saja ada beberapa peraturan yang harus penuhi yaitu tak boleh membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan.

Melihat antusiasme wisatawan setiap harinya selalu meningkat dan setiap tahunnya statistik pengunjung ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin semakin bertambah, maka jangan heran jikalau Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai kedai warung makan hingga pedangan asongan di halaman luar masjid ini. Jadi Anda tak perlu khawatir jika Anda haus atau Lapar ketika berwisata disini.

Nah, itulah ulasan mengenai Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang kini juga di buka sebagai destinasi wisata religi di Banjarmasin yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jika Anda tertarik mencoba plesiran ke tempat wisata religi dengan mengunjungi Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini tentunya akan memberikan pengalaman religi yang berbeda kepada Anda. Selamat berlibur dan terima kasih.