Sunday , 24 February 2019

Keindahan Yang penuh Misteri Kota Semarang di Lawang Sewu

Keindahan Yang penuh Misteri Kota Semarang di Lawang Sewu – Lawang Sewu adalah sebuah tempat wisata sejarah yang ada di Kota Semarang. Bisa dikatakan Lawang Sewu merupakan salah satu land mark di Kota Semarang yang sangat terkenal. Lokasi Lawang Sewu juga sangat mudah ditemukan karena Lawang Sewu terletak di wilayah Kawasan Simpang Lima Semarang. Banyak sekali cerita mistis di seputar Lawang Sewu ini, sehingga tempat ini pernah dijadikan sebagai lokasi syuting sebuah acara misteri. Konon katanya banyak sekali ditemukan penampakan di tempat ini karena memang Lawang Sewu ini terbilang sangat angker. Bagi anda yang tinggal atau pernah tiinggal di Semarang pastinya tak asing dengan lawang sewu ini. Bagi yang berasal dari luar Semarang pasti akan bertanya-tanya, sebenarnya Lawang Sewu tempat apa ya ?

Lawang Sewu di Kota Semarang

 

Lawang Sewu di Kota Semarang

 

Sejarah Lawang Sewu Semarang

Bangunan Lawang Sewu yang berada di Kota semarang awalnya merupakan bangunan yang diperuntukkan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang merupakan perusahaan pengelola jasa kereta api pada masa penjajahan Belanda. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Awalnya kegiatan pengelolaan perkeretaapian ini dilaksanakan di Stasiun Semarang Gudang, namun karena pesatnya perkembangan jalur perkeretaapian di Pulau Jawa maka perlu kantor yang lebih luas, maka dibangunlah gedung yang dijuluki Lawang Sewu ini. Dalam proses pembuatan gedung baru ini NIS dibantu oleh Prof Jacob F Klinkhamer (TH Delft) dan BJ. uendag dalam urusan perancangaannya. Keduanya merupakan arsitek yang berdomisili di Amsterdam Belanda.

Setelah masa kemerdekaan RI gedung bekas NIS ini digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Lawang Seu juga pernah digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua Lawang Sewu tersebut sudah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Lawang Sewu Bawah Tanah

Hal menarik lain dari Lawang Sewu adalah adanya ruangan bawah tanah yang terdapat dibawah gedung tersebut. Fungsi dari ruang bawah tanah ini sebenarnya adalah untuk saluran air dan menjaga kondisi ruangan diatasnya agar tidak panas, maklum Kota Semarang memiliki udara yang panas dan dekat laut. Jadi kondisi lorong di Lawang Sewu ini hampir selalu berair. Pada masa penjajahan Jepang, ruang bawah tanah Lawang Seu ini digunakan untuk penjara, baik bagi pejuang pribumi dan beberapa orang Belanda. Penjara yang diciptakan Jepang ini adalah berupa penjara jongkok. Dinamakan demikian karena penghuni penjara ini harus tinggal di dalam sebuah bak yang hanya memiliki tinggi 0,5 meter dan kemudian dibagian atasnya ditutup dengan teralis besi. Di bagian bawahnya selalu digenangi air. Tak heran apabila banyak pejuang yang mati di penjara ini. Dari kejadian masa lalu seperti ini lah yang membuat Lawang Sewu memiliki aura yang sangat angker.