Sunday , 24 February 2019

Ayo ke Gili Labak, Surganya Pulau Madura!

Ayo ke Gili Labak, Surganya Pulau Madura! – Namanya saja surga, tentu tak satu pun makhluk di bumi ini yang tidak ingin tinggal di sana, atau sekadar singgah. Sudah banyak wisatawan baik lokal atau nasional bahkan dari mancanegara yang sudah tiba. Mereka pun mengiyakan hal yang sama, tempat itu surga. Surga itu memang jauh, tidak mudah dijangkau. Untuk tiba di sana, aku harap kamu tidak sendirian, karena surga tidak hanya buat kamu, tapi juga buat orang-orang di sampingmu, atau yang jauh dengan kamu dan kamu mencintainya.

Tempat itu di ujung kabupaten Jawa Timur. Di Madura lebih tepatnya. Madura memiliki ratusan pulau yang berpenghuni maupun yang tidak. Dan kali ini aku akan membagi kisah dan alasan mengapa aku masih mengingat dengan detail tempat itu. Jujur, banyak destinasi wisata dan budaya di Madura—selain Karapan Sapi atau Sape Sono’ tentu saja—yang perlu kamu hampiri sebelum menyesal kemudian hari.

Destinasi wisata yang lagi ngehits akhir-akhir ini adalah Gili Labak. Sebuah pulau kecil yang memiliki pasir putih, bersih, ombak yang tenang, dan terumbu karang yang menghampar luas. Airnya yang tenang disertai keindahan terumbu karang yang dibiarkan tumbuh alami, sangat cocok buat kamu yang ingin menyelam, menikmati panorama bawah laut, melihat ikan-ikan dari dekat, sekadar meluruhkan segala penat yang bersumber dari darat.

Apa yang istimewa di Gili Labak?

Gili Labak Surga Wisata

Pulau kecil nan eksotis ini masih sangat alami, karena belum lapuk dijamah banyak manusia. Jumlah penghuni di sana hanya 35 orang. Di pantainya, menghampar pasir putih yang akan bikin kamu ingin mengelilinginya berkali-kali. Untuk berkeliling pulau ini, kamu hanya butuh waktu 30 menit.

Baca Juga:  Tempat Romantis di Banjarmasin dan Sekitarnya

Pesona kecantikan “surga tersembunyi”-nya Pulau Madura ini sudah dapat kamu saksikan dari atas perahu. Beberapa saat sebelum perahu merapat ke darat, kamu akan melihat gradasi warna air laut, dari biru pekat, biru langit dan tosca. Semakin mendekat ke bibir pantai, warna air tampak semakin tosca.

Begitu turun dari perahu, percayalah, kamu akan gugup menyaksikan keindahan karang yang transparan dari permukaan; kamu akan takjub menyaksikan lambaian daun-daun pohon kelapa yang seolah mengeluarkan isyarat sedang menyambut dan menyapa; kamu akan kehabisan kata-kata kala menyaksikan ombak-ombak berkejaran pelan di bawah temaram cahaya senja.

Lokasi & Rute Gili Labak

Gili Labak terletak di Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura. Untuk sampai ke sana, kamu perlu sedikit bersabar naik bus selama 4 jam dari Terminal Bungurasih, Surabaya ke Terminal Aryawiraraja, Sumenep. Dari terminal kamu bisa naik angkutan umum menuju Kalinget, sekitar 6 km ke arah timur. Jika beruntung, kamu bisa langsung ikut bus yang tujuan akhirnya Kalianget.

Kalianget adalah pelabuhan terbesar di Sumenep. Di seberang Kalinget itulah, Kecamatan Talango membujur. Letak Gili Labak berada di sisi selatan ujung timur Pulau Talango (orang setempat juga menyebut Pulau Poterran). Secara umum, ada dua jalan menuju Gili Labak.

Pertama, langsung lewat pelabuhan Kalinget dengan menyewa perahu dari sana. Harganya variatif, tergantung kecakapanmu dalam tawar-menawar. Jadi tak perlu khawatir, kamu bisa patungan. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas perahu untuk pulang-pergi (tidak bermalam), pelampung dan alat snorkling. Tapi biasanya berkisar Rp. 600.000-800.000,- untuk satu perahu dengan kapasitas 15 orang. Waktu tempuh jika melalui rute ini, sekitar 2-2,5 jam. Untuk makan dan lain-lain beli sendiri ya gaess. Jika kamu ingin bermalam dan ingin fasilitas lengkap, juga bisa kok. Tinggal keluarkan uangmu lebih tebal.

Baca Juga:  Daftar Penginapan Murah Di Anyer Yang Pas Untuk Keluarga

Kedua, kamu bisa lewat ujung timur Pulau Talango. Dari Kalinget, kamu naik Kapal Tongkang untuk menyeberang ke Pulau Talango sekitar 15 menit. Dari Pulau Talango perjalanan diteruskan ke ujung timur pulau dengan naik ojek atau sewa angkutan umum. Baru nanti naik perahu untuk menyeberang ke Gili Labak. Memang agak lebih ribet sih, tapi sewa perahunya juga lebih murah, berkisar Rp. 350.000-400.000,-. Jika kamu ingin bermalam, cukup nambah Rp. 100.000,-.Waktu tempuh rute ini lebih pendek: hanya satu jam.

Sesampainya di sana, kamu akan ditarik retribusi sekecil Rp. 3.000 per orang. Untuk keperluan makan, sudah tersedia di sepanjang sisi barat pulau. Kamu tinggal beli saja. Harganya murah-murah. Sekalipun airtawar yang tersedia harus mendatangkan dari Pulau Talango. Sebab di pulau mungil ini tidak terdapat airtawar.

Yang Harus Kamu Lakukan di Gili Labak

Bagi kamu yang ingin keren, setelah menginjakkan kaki di Gili Labak, coba kamu lakukan hal-hal berikut:

Snorkling: pesona paling eksotis dari Gili Labak adalah snorkling. Bisa dibilang, Gili Labak adalah Bunaken-nya Pulau Madura. Kecantikan bawah laut yang tersaji secara alami dapat kamu nikmati sesuka hati. Ingat, cukup kamu nikmati, jangan rusaki. Ekosistem bawah laut Gili Labak tak kalah kayanya dengan di Bunaken. Peralatan snorkling bisa kamu peroleh dari paket sewa perahu atau sewa sendiri.

Baca Juga:  Pantai Kesirat Gunungkidul, Tempat Camping Sekaligus Spot Memancing Yang Indah

Nikmati Pasir Putih: hamparan pasir putih yang menyelimuti seluruh bibir pantai sangat cocok buat kamu yang ingin istirahat sambil menikmati senja. Di pasir itu, kamu bisa tidur-tiduran tanpa alas. Di pasir itu, kamu bisa menulis kata-kata buat orang kamu sayangi. Di pasir itu, kamu perlu menulis pesan kepada teman-temanmu yang tidak ikut, “Aku sudah menginjakkan kaki di Surga Tersembunyi, kalian kapan akan ke sini?”

Camping Area: untuk menyempurnakan penjelajahanmu di Gili Labak, ada baiknya jika kamu bawa peralatan kemah. Tak jauh dari bibir pantai, terdapat area yang cocok buat kemah. Terutama untuk sisi utara, timur dan selatan pulau. Sebab di sisi barat, terkonsentrasi rumah penduduk. Dengan berkemah, kamu akan puas menikmati matahari tenggelam, deru ombak, bintang gemintang, horizon yang temaram hingga matahari yang kembali muncul dari peraduan.

Panggang Ikan: jika sudah kehabisan tenaga karena menyelam, kamu dapat memanfaatkan waktu istirah sambil bakar-bakar ikan yang masih segar. Beberapa penduduk setempat menjual ikan-ikan segar yang dapat kamu panggang sendiri atau minta dipanggangin. Harganya murah-murah.

Yang terakhir adalah ritual yang sekalipun tidak ada orang yang menyarankan, sudah pasti akan kamu lakukan. Apalagi kalau bukan foto-foto, entah selfie, entah rame-rame. Setelah itu, percayalah, kamu tidak akan sabar untuk mengupload foto-foto itu di akun twitter, instagram, facebook, path dan lain-lain. It’s okay. Tapi jangan lupa, tulis caption “Gili Labak, Surganya Pulau Madura.