Sunday , 24 February 2019

11 Tempat Hunting di Banjarmasin Paling Menarik

pulau kembang banjarmasin hijau
Pulau Kembang

Tempat Hunting di Banjarmasin yang Dapat Anda Kunjungi! Di sisi Indonesia Kalimantan, ada kota seribu sungai yang disebut Banjarmasin. Terletak di delta Sungai Barito, ini adalah kota terbesar di wilayah Kalimantan Selatan. Sepanjang sejarah, sungai telah membentuk kota menjadi pusat komersial yang ramai seperti sekarang ini. Pasar apung dan perdagangan permata yang ramai yang telah ada selama bertahun-tahun telah membentuk bagian integral dari warisan budayanya.

Dalam artikel ini saya akan membahas beberapa tempat hunting di Banjarmasin yang akan memudahkan anda untuk mengunjunginya. Sungai Banjarmasin telah melihat berbagai periode penuh gejolak dalam sejarah kota ini dari kerajaan kuno Nan Serunai hingga Perang Banjarmasin dan Pendudukan Jepang.

Saat ini, kota berpenduduk lebih dari 600.000 ini masih mempertahankan sebagian dari masa lalu kuno meskipun dunia terjebak dalam urbanisasi yang konstan. Rumah-rumah tradisional, kuil-kuil, dan pasar malamnya masih bisa hidup berdampingan dengan perkembangan komersial besar yang melayani wisatawan.

Kota ini menikmati iklim hutan hujan tropis, dengan waktu-waktu tertentu dalam setahun lebih basah dan lebih kering dari biasanya. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah selama musim kemarau, yang berlangsung dari bulan Juni hingga Oktober. Kaya akan warisan budaya, Banjarmasin adalah kota yang dinamis dengan ribuan sungai dan sejuta hal yang bisa dijelajahi.

Belanja Buah-Buahan Eksotis di Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar terapung Banjarmasin (pasar apung) memberikan pengalaman yang mempesona khas Asia Tenggara. Kembali ke tahun 1500-an, pasar-pasar ini di sungai juga dapat dilihat di negara-negara tetangga Thailand dan Vietnam. Di Indonesia, lokasi terbaik untuk dikunjungi adalah Muara Kuin di Sungai Kuin dan Lok Baintan di Sungai Martapura. Meskipun negara modernisasi konstan, pemerintah membuat upaya untuk melestarikan ini bagian dari warisan Indonesia.

pasar terapung lok baintan

Melintasi pasar membutuhkan ketepatan, ketangkasan, dan bakat untuk tawar-menawar. Dari subuh hingga dini hari, pedagang melakukan bisnis mereka di klotok (perahu sungai). Mereka menjual berbagai barang dari buah-buahan eksotis ke makanan lezat lokal dan (kadang-kadang) pakaian. Saat matahari terbit, pengunjung dapat berbelanja buah-buahan eksotis seperti rambutan runcing, lanzones, rambai, menteng, anggur Malaka, dan mangga. Ada juga penjual yang menjual nasi bungkus yang bisa Anda makan di tempat.

Baca Juga:  15 Tempat Nongkrong di Banjarmasin Yang Paling Asik

Dari pusat Banjarmasin, pasar terapung dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam dengan taksi. Klotoks bisa di sewa di pelabuhan. Ada juga klotoks besar di pusat Banjarmasin yang dapat mengangkut sekelompok besar orang ke sungai.

Lihat Monyet dan Burung di Pulau Kembang dan Pulau Kaget

Terletak di dekat pasar terapung di Sungai Barito adalah tempat perlindungan bagi ribuan kera ekor panjang dan burung. Tempat ini juga merupakan tempat doa sakral bagi orang Tionghoa. Menurut penduduk setempat, pulau itu menjadi seperti sekarang ini ketika sebuah kapal Inggris dihancurkan pada tahun 1700 atas perintah sultan. Puing-puing dari kapal hanyut di pulau dan secara bertahap menyerah pada alam. Akhirnya, sekelompok monyet menghuni pulau itu dan mengisi daerah itu.

Pengunjung disarankan untuk berhati-hati dengan barang-barang mereka agar para warga kecil yang nakal bisa menjadi sedikit terlalu bersemangat. Ini juga merupakan tradisi untuk membawa penawaran kecil bersama.

pulau kembang banjarmasin

Kawasan konservasi satwa liar lainnya untuk dikunjungi adalah Pulau Kaget yang dapat diakses dengan naik perahu di sepanjang Sungai Martapura. Pengunjung dapat melihat bekantan berayun-ayun dan menyelam ke dalam air. Terkadang elang juga terbang di atas kepala.

Kunjungi Masjid Agung

Banjarmasin adalah kota keragaman agama. Meskipun sekitar 96% dari kota adalah tempat ibadah Muslim, Kristen, Hindu dan Budha hidup berdampingan dengan banyak masjid indah di Banjarmasin. Terletak di desa Kuin Utara, Masjid Sultan Suriansyah dikenal sebagai masjid tertua di wilayah Kalimantan Selatan di lebih dari 300 tahun.

Masjid Sultan Suriansyah, Wisata Religi Banjarbaru

Dinamakan setelah Sultan Suriansyah, raja Banjar pertama yang masuk Islam, masjid adalah contoh arsitektur Indonesia pra-Islam dengan atapnya yang panjang. Masjid Raya Sabilal Muhtadin, masjid terbesar kedua di Indonesia, adalah satu lagi yang patut dikunjungi. Masjid ini dibangun pada 1974 sebagai penghargaan kepada Syaikh Muhammad al-Banjary Arsyad, tokoh utama dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut.

Lihat matahari terbit di Pasar Apung Muara Kuin

Terletak di mulut sungai Kuin di atas Sungai Barito, Muara Kuin adalah pasar terapung lain untuk pengalaman di Bajarmasin. Seperti halnya pasar terapung lainnya, pengunjung dapat membeli berbagai buah segar, kerajinan tangan, suvenir dan banyak lagi.

Baca Juga:  Wisata Pantai Jodoh Banjarmasin nan Elok Menyejukan Mata

Kesibukan dimulai setelah sholat subuh hingga pagi hari, jadi sebaiknya pergi sebelum matahari terbit. Selain itu, Anda juga akan melihat matahari terbit dengan pemandangan yang indah. Perahu tradisional yang disebut jukung, yang bisa disewa di pelabuhan, digunakan untuk melintasi pasar.

Pelajari Sejarah Banjarmasin di Museum WASAKA

Museum panggung yang unik ini adalah bagian dari sejarah itu sendiri. Terletak di tepi Sungai Martapura, museum ini adalah tempat tinggal bangsawan abad ke-18 yang disebut Rumah Bubungan Tinggi.

Nama “WASAKA” adalah singkatan dari “Waja Sampai Ka Puting” yang berarti “perjuangan tanpa akhir sampai tetes darah terakhir”. Ini dikenal sebagai semboyan rakyat selama periode invasi dan kolonisasi yang bergejolak di Banjarmasin.

museum wasaka banjarmasin

Museum ini memiliki sekitar 400 peninggalan yang sebagian besar berhubungan dengan sejarah kolonial Banjarmasin. Beberapa di antaranya termasuk mesin tik, senapan, kamera, dan sepeda kuno yang digunakan untuk mengirim surat-surat rahasia tanpa sepengetahuan penjajah Belanda.

Bawa Pulang Batu Permata dan Batik

Banjarmasin, pusat perdagangan permata, dikenal dengan batu permata berkualitas tinggi termasuk berlian dan batu rubi yang langka. Kota ini memiliki sejumlah toko perhiasan dan kios batu permata untuk dipilih.

Terletak dekat Banjarmasin adalah pasar perhiasan Cahaya Bumi Selamat Martapura. Martapura, sekitar satu jam dari Banjarmasin, adalah kota yang dikenal sebagai produsen berlian terbesar di Indonesia.

Ada juga tempat di Banjarmasin yang memproduksi kain ikonik Indonesia, batik. Salah satu tempat tersebut adalah Batik Sasirangan dengan koleksi besar kain batik dan pakaian berwarna-warni. Pengunjung juga diperbolehkan melihat proses pembuatan.

Melakukan Petualangan Kuliner

Perjalanan ke Banjarmasin tidak lengkap tanpa tur gastro. Membentang sekitar 300 meter (0,18 mil), pusat makanan ini di antara jalan-jalan Sudirman dan Hasanuddin memiliki sekitar 52 kios yang menjual berbagai makanan tradisional Indonesia seperti nasi kuning, soto Banjar, laksa, dan lupis.

Restoran terkenal lainnya termasuk Cendrawasih Sarahai, yang menjual sebagian besar makanan laut, dan Said Abdullah yang sederhana yang dikenal untuk nasi kuning mereka (nasi safron).

Lihat Kuil Soetji Nurani yang penuh warna

Kuil Buddha ini benar-benar permata di dalam kota. Dibangun pada tahun 1898, kuil ini penuh dengan estetika Cina kuno. Di dalamnya ada kumparan dupa yang membakar selama berhari-hari dan lilin merah yang bervariasi dalam ukuran. Sulit untuk melewatkannya karena dari luar saja menonjol dengan warna-warna cerah dan arsitektur Cina yang ikonis.

Baca Juga:  Bukit Rimpi, Padang Sabana Tercantik asal Pelaihari Kalimantan Selatan

klenteng soetji nurani

Perjalanan ke Pegunungan Meratus

Pegunungan yang megah ini berjalan di busur utara-selatan yang membagi Kalimantan Selatan menjadi dua bagian yang hampir sama. Tampaknya keluar dari dunia ini, tempat halus ini diberkati dengan lingkungan berkabut, hutan hujan tropis yang lebat, sungai, dan air terjun. Puncak tertingginya adalah Gunung Besar dengan 1.892 meter (1,17 mil).

Gunung-gunung dihuni oleh orang-orang Dayak Meratus semi nomaden yang juga dapat menyediakan homestay bagi pengunjung. Mereka masih mengamati banyak adat istiadat kuno dan mencari layanan dari pembeliatn (dukun), menambah suasana mistis yang dibangkitkan oleh tempat ini.

Pegunungan Meratus dari Ketinggian
Pegunungan Meratus dari Ketinggian

Pegunungan adalah rumah bagi berbagai flora dan fauna termasuk sejumlah spesies yang terancam punah. Selama tahun 1990-an, Borneo Orangutan Survival Foundation memperkenalkan kembali 350 orangutan ke hutan hujan Meratus dan Sungai Wain. Sementara deforestasi terus menjadi ancaman utama bagi ekosistem, kita hanya bisa berharap bahwa Dayak serta spesies yang terancam punah seperti orangutan akan terus bertahan.

Ada banyak wisata Banjarmasin yang menawarkan perjalanan ke gunung dengan pemandu, seringkali dengan penjemputan yang bisa diatur. Jika kamu mungkin tergoda untuk menjelajah solo, tetapi sangat disarankan untuk mendapatkan panduan.

Lakukan Arung Jeram di Loksado

Selain mendaki gunung, arung jeram adalah pilihan lain bagi para petualang yang mencari sensasi. Terletak di kaki Pegunungan Meratus, Sungai Amandit menyediakan pengunjung dengan pemandangan indah saat berenang atau arung jeram menggunakan bambu tradisional atau rakit karet. Mereka yang baru mengenal arung jeram tidak perlu khawatir tentang jeram – penduduk setempat menjamin bahwa air tidak begitu kuat.

riam hanai loksado

Banyak wisata menawarkan arung jeram Amandit, sering disertai dengan perjalanan ke pegunungan dan rumah panjang Muara Hatip.

Sudah ada gambaran kan, apa saja yang bisa kamu datangi selama di Banjarmasin? Ayo siapkan waktu luang untuk eksplor Banjarmasin bersama orang-orang terdekat anda. Semoga liburanmu menyenangkan, ya!